Rabu, 02 Januari 2013

Contoh laporan Perdin






KEMENTERIAN  blablablablabbla
REPUBLIK INDONESIA










LAPORAN PERJALANAN DINAS


DALAM RANGKA PELAKSANAAN KEGIATAN
PEMANTAUAN DAN EVALUASI INFRASTRUKTUR SARANA AIR BERSIH DAN TRANSPORTASI PEMBANGUNAN DERMAGA TAHUN 2011
DI KABUPATEN MUNA
PROPINSI SULAWESI TENGGARA

TANGGAL :    21 S/D 24 Desember 2012















BIRO PERENCANAAN DAN KERJASAMA LUAR NEGERI
Kementerian  blablablablabbla
TAHUN ANGGARAN 2012

LAPORAN PERJALANAN DINAS


DALAM RANGKA PELAKSANAAN KEGIATAN
PEMANTAUAN DAN EVALUASI INFRASTRUKTUR SARANA AIR BERSIH DAN TRANSPORTASI PEMBANGUNAN DERMAGA
DI KABUPATEN MUNA
PROPINSI SULAWESI TENGGARA


I.      Pejabat Yang Melaksanakan Tugas

NO.
NAMA
JABATAN
1.


2.



II.    Dasar Penugasan
SPT Nomor  :  /R/SPT-PDT/  /2012
Tanggal        :11 September 2012

III.   Provinsi/Kabupaten/Kota Tujuan & lokasi Yang Dikunjungi  
Lokasi tujuan perjalanan dinas adalah mengunjungi Desa Ndasi, Kecamatan Towea, Desa Lanobake dan Moolo Kecamatan Batukara di Propinsi Sulawesi Tenggara.

IV.  Tanggal Pelaksanaan Perjalanan Dinas
Perjalanan dinas dalam rangka Monitoring Dan Evaluasi Sarana Air Bersih Dan Transportasi Pembangunan Dermaga Tahun 2011 di  Kabupaten Muna Propinsi Sulawesi Tenggara, perjalanan dinas dilaksanakan selama 4 (Empat) hari  terhitung mulai dari tanggal 21 Desember s/d 24 Desember 2012.

V.    Tujuan Perjalanan Dinas
·   Untuk melakukan Monitoring Sarana Air Bersih di desa Moasi Kecamatan Towea TA.2011.
·   Untuk Melakukan Monitoring Transportasi Pembangunan Dermaga di Desa Lanobake dan Moolo pada Kecamatan Batukara TA. 2011.
·   Melakukan identifikasi kelayakan pekerjaan atau bangunan bantuan kementerian pembangunan daerah tertinggal tahun TA.2011 Khususnya Bantuan air bersih dan dermaga.
·   Untuk Mendapatkan masukan dari warga yang mendapat bantuan atau pihak terkait.


VI.          Isi Laporan Pemantauan Dan Evaluasi Infrastruktur Sarana Air Bersih Dan Transportasi Pembangunan Dermaga Tahun 2011 Daerah Tertinggal Tahun 2011 di Kabupaten Muna Propinsi Sulawesi Tenggara

A. Gambaran Umum
Kabupaten Muna terletak di  sebelah selatan khatulistiwa pada garis lintang 4°06’ sampai 5° 15’ lintang selatan dan dari barat ke timur 122°8’ bujur timur sampai  dengan 123°15’ bujur timur,  terletak di jazirah Sulawesi Tenggara. Kabupaten Muna
berbatasan pada sebelah utara dengan selat  Tiworo dan kabupaten Bombana; sebelah timur berbatasan dengan laut Banda; sebelah selatan berbatasan dengan kabupaten Buton dan sebelah barat berbatasan dengan selat Spelman. 
Kabupaten Muna secara administratif terdiri  dari  23 kecamatan definitif  selanjutnya terbagi  atas  205 desa, 31 kelurahan dan 3 Unit Pemukiman
Transmigrasi (UPT), yang masih dalam tahap pembinaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi  Kabupaten Muna.  Luas daratan kabupaten Muna sebesar 2.963,97 Km2
a                   KEADAAN PENDUDUK 
Berdasarkan proyeksi  penduduk  terhadap hasil  Survei  Penduduk  Antar Sensus  (SUPAS),  jumlah penduduk  kab.  Muna tahun 2009 tercatat  sebesar 248.461 jiwa dengan tingkat  kepadatan penduduk  sebesar 84 per km². 
Kecamatan yang memiliki tingkat kepadatan tertinggi adalah kecamatan katobu sebesar jiwa  2033 per km².  kecamatan Duruka merupakan wilayah yang memiliki tingkat kepadatan tertinggi ke­2 dengan kepadatan 851 jiwa per km²,  kecamatan dengan tingkat  kepadatan tertinggi  ke­3 yaitu Batalaiworu dengan kepadatan 403 jiwa  per km².  Kepadatan penduduk  terendah di  kecamatan Tongkuno yaitu hanya sebesar 36 jiwa  per km²,  Maligano merupakan kecamatan dengan tingkat kepadatan terendah ke­2 yaitu sebesar 40 jiwa per km², yang kemudian diikuti oleh kecamatan Waksel dengan kepadatan 43 jiwa  per km². 
Profil Kesehatan Kabupaten Muna 2009 Komposisi Penduduk kab.  Muna menurut kelompok  umur, menunjukkan bahwa penduduk yang berusia Muda ( 0 – 14 tahun ) sebesar 37,30%, yang berusia produktif ( 15 – 64 tahun ) sebesar 57,11% dan yang berusia tua ( ≥ 65 tahun ) sebesar 5,59%.  Dengan demikian maka Angka Beban Tanggungan ( Dependency Ratio ) penduduk kab. Muna tahun 2009 sebesar 75 %.
b.                  KEADAAN LINGKUNGAN 
Lingkungan merupakan salah satu variabel  yang kerap mendapat perhatian khusus  dalam  menilai  kondisi kesehatan masyarakat.  Bersama dengan faktor perilaku,  pelayanan kesehatan dan genetik,  lingkungan menentukan baik  buruknya status  derajat  kesehatan masyarakat. Untuk  menggambarkan keadaan lingkungan,  akan disajikan indikator – indicator seperti  ;  persentase rumah tangga sehat, akses  terhadap air bersih  dan persentase  rumah  tangga  menurut kepemilikan fasilitas buang air besar.
1.       Rumah Tangga Sehat 
Terdapat  beberapa indikator lingkungan yang harus  dipenuhi sebuah rumah tangga agar disebut sebagai  rumah tangga sehat, yaitu ketersediaan air   ketersediaan  jamban,  kesesuaian  luas lantai dengan jumlah penghuni  dan lantai  bukan dari  tanah.  Selain itu juga terdapat  indikator lain yang terkait  dengan faktor perilaku dan keterjangkauan terhadap jaminan pemeliharaan kesehatan. 
Persentase rumah tangga sehat pada tahun 2009 mencapai 40,55%. Wilayah puskesmas dengan persentase rumah tangga sehat tertinggi adalah lasalepa sebesar 81,96% dan wilayah puskesmas katobu sebesar 80,38%. persentase rumah tangga sehat  berdasarkan wilayah puskesmas
2.       Akses Terhadap Air Bersih 

Air sering menjadi sumber pencemar pada penyakit water borne disease. Oleh karena itu sumber air harus memenuhi syarat  lokalisasi dan konstruksi. Syarat lokalisasi menginginkan agar sumber air minum terhindar dari pengotoran, sehingga perlu diperhatikan jarak sumber air dengan kakus, lubang galian sampah, lubang galian untuk air limbah dan sumber – sumber pengotor lainnya. 
Data yang terdapat  pada Bidang Promosi  dan PLP menyebutkan bahwa masyarakat kabupaten Muna yang dapat mengakses air bersih pada tahun 2009 baru mencapai  21,35%. Sebagian besar rumah tangga di kabupaten Muna menggunakan sumur dengan persentase 9,99%  , persentase rumah tangga menggunakan air ledeng menempati urutan ke ­2 yaitu sebesar 8,71%  ,  kemudian PAH  sebesar 2,41%.
3.        Fasilitas Tempat Buang Air Besar
Keberadaan fasilitas  tempat  buang air besar telah menjadi kebutuhan penting pada kehidupan masyarakat modern.  Kepemilikan dan penggunaan jamban merupakan isu penting dalam  menentukan kualitas  hidup penduduk. 
Persentase rumah tangga yang memiliki jamban di kabupaten Muna tahun 2009 hanya sebesar 63%  dan dari  rumah tangga yang memiliki jamban tersebut  baru 69,89%  yang memiliki jamban sehat.

B.           Hasil Kunjungan

Pada hari jumat tanggal 18 September 2012 telah dilaksanakan rapat antara tim   blalvlavla
a.    Pemerintah Kabupaten blablablablabbla
b.    Pemerintah Kabupaten juga menyerahkan data-data nama-nama  blablablablabbla
c.    Menurut Pemerintah Kabupaten bl blablablablabbla



             VII.     Penutup
      Demikian laporan perjalanan dinas dalam pelaksanaan kegiatan blablablablabbla


Jakarta, 03 Oktober  2012


NO
Nama
Tanda tangan
1
…………………..

2

…………………….


Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl

0 komentar: on "Contoh laporan Perdin"

Milis KPDT